TUJUAN DI TURUNKANNYA SYARIAT ISLAM

by 20.05

Thoriquna.id - Ada lima tujuan Allah SWT menurunkan syariatNya yang kemudian kita kenal dengan MAQASHIDU SYARIAT, Tujuan di wahyukanya syariat oleh Allah SWT,  yaitu :

1. Dalam rangka hifzudin, Menjaga agama islam
Agama islam akan terpelihara dengan baik, bahkan juga agama-agama yang lain akan di hormati dengan cara yang benar. Di dalam syariat islam agama akan terjaga.

2. Menjaga jiwa manusia, Hifzhun nafsi
Jiwa manusia akan terjaga dengan syariat Allah SWT, agar seluruh jiwa manusia ini terjaga dengan baik, tidak mungkin ada pertumpahan darah, tidak mungkin ada jiwa manusia yang melayang dengan harga yang murah, jika syariat Allah SWT itu tegak. Dia pasti pasti terjaga. Baik muslim atau non muslim, baik orang yang beriman atau orang kafir.

Saudaraku yang in syaa Allah di muliakan oleh Allah SWT, Itulah mengapa salah satu fungsi di dalam ajaran islam di katakan al imamu junah, Pemimpin adalah tameng bagi warga negaranya. Pemimpin akan menjaga seluruh warganya, akan melindungi seluruh warganya, setiap kali ada warga negaranya mendapat ancaman akan menjadi tamengnya.
Pemimpin itulah yang akan melindunginya, dan islam mengatur itu semua, pemimpin memiliki fungsi bagaimana menjaga warga negaranya.

Saudaraku yang in syaa Allah di muliakan oleh Allah SWT, kalau kita lihat dari poin tentang Maqashidu syariat, yaitu yang berkenaan dengan terjaganya jiwa, Kemudian pemimpin menjadi tameng warga negaranya, Saya rasa tidak mungkin ada peristiwa yang menyedihkan seperti di wamena misalnya. Begitu banyak orang-orang yang tak berdosa, begitu banyak kaum muslimin yang tertumpah darahnya, dan ternyata negara tidak hadir di sana. Ini sebagai salah satu koreksi di mana syariat islam tidak di jalankan sebagai mana mestinya, bahkan menolak syariat Allah SWT.

3. Menjaga keturunan
Tidak boleh ada manusia yang lahir tanpa jelas keturunannya. Itulah salah satu syariat Allah di turunkan, maka syariat Allah SWT mengharamkan perzinahan. Tidak ada lagi manusia yang lahir di luar pernikahan yang tidak jelas nasabnya. Di turunkannya syariat Allah SWT untuk memelihara nasab manusia, terpelihara nasabnya sampai orang tuanya dan seterusnya.

4. Menjaga harta
5. Dan menjaga akal manusia
Dalam menegakan syariat islam, Tidak ada lagi jiwa-jiwa yang melayang dengan harga yang murah tanpa sebab yang benar.


Semoga kita di beri kemampuan oleh Allah SWT untuk menegakan syariat islam, sehingga tidak ada lagi jiwa-jiwa yang melayang dengan harga yang murah tanpa kesalahan apapun.

Maka dengan tegaknya syariat islam AGAMA TERJAGA, JIWA TERJAGA, KETURUNAN TERJAGA, HARTA TERJAGA dan AKAL TERJAGA DENGAN BAIK.

Barakallahi wa lakum.


oleh : Ust. HAF Al Batawy

TAAT BERAGAMA BUKAN RADIKAL

by 19.26

Thoriquna.id - Sebenarnya, apa arti radikalisme? Menurut para ahli, Pengertian Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim.
Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan Agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan  atau mendengar seseorang diberi label tertentu karena cara berpakaiannya yang berbeda dengan orang kebanyakan.  Misalnya,  perempuan yang memakai cadar yang menutup seluruh wajahnya,  atau pria yang memakai celana cingkrang dan memanjangkan jenggotnya langsung di tudih sebagai Radikal

Isue radikal sedang menjadi tranding topic belakangan ini,  karena banyaknya aksi - aksi kekerasan yang terjadi yang mengatas namakan agama yang berakar dari paham radikal. Dan karena mayoritas di negeri ini penduduknya beragama Islam maka yang terpapar radikal adalah orang Islam walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa paham radikal juga bisa terpapar terhadap penganut agama diluar Islam.  Jika ukuran radikalisme adalah mencapai tujuan dengan jalan kekerasan dan sangat intoleran terhadap komunitasnya maka peristiwa di Wamena juga dilakukan oleh kelompok Radikal.

Radikalisme menurut hemat saya pasti bukan dari Islam. Maka dengan rasa keadilan yang penuh siapapun termasuk pihak pemerintah tidak boleh sama sekali mengkaitkan hal ini dengan ajaran Islam.  Di dalam sebuah agama apapun agamanya orang pasti ingin menjadi orang yang taat dalam agamanya. Jika orang yang taat beragama serta merta dibilang radikal,  maka berapa banyak orang yang radikal di muka bumi ini?

Taat dalam beragama dan radikal sangat berbeda.  Radikal hampir selalu berkonotasi negatif,  sering disamakan dengan teroris. Sedang orang yang taat dalam beragama adalah orang yang tunduk terhadap aturan agamanya.  Bagi orang islam tunduk terhadap aturan Allah yaitu agama Islam yang bersifat pertengahan (tawassuth), penuh dengan keadilan dan rahmatan lil alamiin dan sangat toleran dengan berbagai perbedaan.

Memerangi paham radikal tidak boleh dengan cara yang radikal. Jika pemerintah menginginkan sikap toleransi bagi seluruh penganut agama resmi di negeri ini dengan menghormati masing-masing keyakinannya, maka seluruh aparat di negeri ini harus menjadi contoh praktek toleransi yang benar.  Mari sama-sama kita hormati keyakinan dan praktek beragama yang beragam di negeri ini. Orang-orang islam yang menjalankan syari’atnya dengan benar dan tidak memaksakan kehendaknya terhadap orang lain harus dilindungi dan jangan diusik.  Jika kita adil dalam memberantas radikalisme maka cepat atau lambat radikalisme akan semakin berkurang di negeri ini.  Tapi jika kita memberantas radikalisme dengan cara radikal dan tidak dengan keadilan saya khawatir akan membuat semakin subur berkembangnya paham radikal di negeri ini.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

Walhamdulillahi Rabbil alamin.

oleh : Ust. HAF Al Batawy
Diberdayakan oleh Blogger.