Keseimbangan Didalam Islam

by 02.24


Allah SWT berfirman:

وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَا دَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)

Didalam Qs Al Qasas ayat ke 77 ini, ada 3 point penting yang harus kita perhatikan, yang Pertama adalah dimana Alloh SWT memerintahkan kepada kita untuk mencari perbekalan akhirat.

وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Kita diperintahkan  mencari perbekalan untuk akhirat dengan tidak melupakan nasib kita didunia ini. Inilah salah satu bentuk wasathiyahnya ajaran Islam, bentuk keadilan ajaran Islam, dimana ketika kita diperintahkan untuk mencari sebanyak-banyaknya perbekalan negeri akhirat tapi bukan berarti kita harus melupakan kehidupan didunia, kita harus memperhatikan kehidupan kita didunia ini. Artinya sungguh sangat adil ajaran Islam ini.

Hal-hal yang memang harus banyak kita ambil dan kita persiapkan perbekalannya maka kita diperintahkan untuk memberikan prioritas terhadap hal tersebut dengan tidak melupakan hal yang lainnya.

Dan kemudian yang Kedua, Alloh SWT menjelaskan didalam ayat ini

وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ

"Berbuat baiklah kalian kepada seluruh makhluk yang berada dimuka bumi ini sebagaimana Alloh SWT berbuat baik kepada kalian."

Saudara-saudara ku sekalian, ayat ini kalau kita lihat dari perintah Alloh SWT dimana kita disuruh berbuat baik sebagaimana Alloh SWT berbuat baik kepada kita adalah bentuk implementasi praktikal perintah Alloh SWT kepada Muhammad Rosululloh SAW terhadap tugas yang Beliau SAW emban yang termaktub didalam Qs Al Anbiya, surah yang ke 21 ayat 107

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)

Dimana kita diperintahkan oleh Alloh SWT menebarkan rahmat dimuka bumi ini, menebarkan kasih sayang dimuka bumi ini.
Bahkan didalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :" Ar rohimuna yarhamuhumulloh ".
Orang-orang yang menyayangi apa-apa yang ada dibumi ini, maka Alloh SWT akan menyayanginya.
Kemudian Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :" Irhamu ahlal ardhi yarhamkum man fissama ".  Sayangilah apa yang ada dimuka bumi ini, maka yang dilangit akan menyayangi kalian.

Saudara-saudara ku sekalian..
Dari keterangan 2 ayat dan satu hadist yang dijelaskan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas, ini merupakan dorongan kepada kita semuanya kaum muslimin untuk selalu menebarkan kasih sayang, menebarkan rahmat kepada semua makhluk, terhadap manusia baik Muslim maupun bukan Muslim, terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Ayat ini memotivasi kita, mendorong kita untuk selalu berbuat baik. Karena dengan kita berbuat baik kepada seluruh makhluk dimuka bumi ini menjadi sebuah thoriqoh, menjadi sebuah jalan dimana Alloh SWT akan mengampuni dosa-dosa kita, sebagaimana seorang pendosa yang melihat anjing yang sedang kehausan, lalu dia memberikan minum anjing tersebut dan dengan perbuatan dia tersebut diampunkan dosanya oleh Alloh SWT.

Dan kemudian yang Terakhir didalam surah Al Qasas, Alloh SWT berpesan
Janganlah kalian berbuat kerusakan dimuka bumi, karena Alloh SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Barakallahu li walakum.

oleh : UHAF

Islam adalah Agama yang penuh dengan kedamaian

by 18.04




Thoriquna.id - Islam itu adalah agama yang penuh dengan kedamaian, Dinnul silmi.
Agama yang menyeru kepada persatuan dan kesatuan.
Didalam firman Nya yang terdapat pada Qs Al Hujrat 49 : 13
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Berlainan jenis, berlainan suku dan bangsa tetapi bukan untuk saling menindas, bukan saling  bermusuh-musuhan, tetapi Alloh SWT menyebutkan dengan kalimat lita'arofu.
Untuk saling kenal mengenal, untuk saling melindungi dan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan.

Inilah ajaran Islam, ajaran yang sangat menganjurkan manusia untuk bersatu, khususnya kaum Muslimin untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan di internal orang-orang Islam.

Saudara sekalian...
Diayat yang lain Qs Ali 'Imron 3:103
Allah SWT berfirman:


وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."

Seruan yang sangat tegas didalam ayat ini, bahwa didalam mengamalkan ajaran Alloh SWT, kita diperintahkan untuk tetap bersatu. Menghindari segala bentuk perpecahan. Persatuan ini adalah bentuk dari nikmat Alloh SWT.

Didalam ayat ini, Alloh SWT mengingatkan kepada kaum Anshor yang berada di Madinah dengan kalimat :

وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ

Ingatlah kalian terhadap nikmat Alloh yang diberikan kepada kalian yang dahulunya kalian bermusuh-musuhan kemudian kalian menjadi bersaudara karena hati kalian ditaklukan dengan ajaran Islam.

Datangnya Islam ke kota Yatsrib, sebelum menjadi bernama Madinah, itu justru menghapus segala bentuk perpecahan. Sebelum kedatangan Islam, suku Aus dan suku Khadzroj yang  ada di Yatsrib selalu bertikai, tetapi dengan kedatangan Islam, mereka bersatu, mereka bersaudara.

Saudara ku sekalian,
Yang in syaa Alloh dimuliakan oleh Alloh SWT. Inilah sebetulnya sejatinya ajaran Islam bahwa Islam datang membawa kepada persatuan, bukan membawa kepada perpecahan.
Islam datang membawa kepada kedamaian, bukan menyeru kepada peperangan.

Setiap menusia yang tunduk kepada ajaran Islam dan hatinya takluk kepada ajaran Islam pasti akan tercipta kedamaian. Maka Islam itu memang agama yang membawa kepada kedamaian. Sepanjang orang menjalankan ajaran Islam, maka pasti akan tercipta kadamaian. Kedamaian di negaranya, bahkan kedamaian diseluruh dunia.


oleh :  Ust.HAF

ISLAM MENYERU KEPADA PERSATUAN DAN KESATUAN

by 22.02


THORIQUNA.ID - Dalam sejarah perjalanan Dakwah yang dilalui oleh Rasulullah saw selama kurun waktu 23 tahun,  beliau berhasil menegakkan masyarakat yang Islami di Madinah.  Di Madinah semua orang hidup dengan aman dan tenteram,  bukan hanya orang islam tapi juga non muslim yang tinggal disana.  Kesuksesan ini bisa diraih pastinya dengan pertolongan Allah SWT,  bermula dari dikirimnya duta dakwah islam pertama ke Yatsrib sebelum berubah menjadi Madinah yaitu seorang pemuda tampan , tangguh,  sabar dan pintar yaitu Mus'ab bin Umair radhiyallahu 'anhu.  Mus'ab bin Umair ra yang bertangan dingin berdakwah ditanah Yatsrib dengan penuh kesabaran hingga terjadi perubahan keyakinan dari jahiliyah berubah total menjadi Islam.  Penduduk Yatsrib sebelum kedatangan Islam sering terlibat tawuran,  perang antara suku dan konflik horisontal yang berkepanjangan.  Ketika Islam datang dan mereka memeluk islam kondisi itu berubah,  mereka hidup dengan penuh persahabatan dan saling tolong - menolong.

 Firman Alloh SWT

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

Inilah sejatinya ajaran Islam,  yaitu ajaran yang penuh dengan kedamaian, kasih sayang dan penuh dengan keindahan. Ketika Islam masuk bukan kekerasan yang terjadi dinegeri Yatsrib tetapi justru sebaliknya yang tadinya ada gejolak peperangan berubah jadi masyarakat yang penuh dengan kedamaian.  Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu bersatu dan menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan juga bernegara.

Di nusantara tercinta ini umat Islam sudah membuktikan tekadnya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai karya nyatanya.  Tidak pernah ada sejarah umat Islam di negeri ini atau daerah yang mayoritas beragama Islam berusaha untuk memisahkan diri dari Republik ini.  Ketika awal negeri ini merdeka dan berdiri secara berdaulat para tokoh Islam bermusyawarah membicarakan tentang dasar negara ini.  Para tokoh Islam berdebat sengit agar Indonesia menjadi negara yang berdasarkan ajaran Islam,  bahkan ada yang secara tegas menghendaki agar negeri ini menjadi negara Islam. 

Dengan mempertimbangkan bahwa negeri ini dihuni oleh masyarakat yang beragam pluralis,  maka diputuskan kata sepakat bahwa negeri berdasarkan pancasila. Ini adalah konsensus yang mengikat semua komponen anak bangsa di negeri ini.  Dengan hasil seperti para tokoh menerima dengan toleransi yang tinggi. Tidak ada satupun diantara mereka yang berontak dan berusaha memisahkan diri dari Indonesia. 
Sejarah gerakan yang dipimpin Kartosuwiryo juga bukan gerakan memisahkan diri dari republik ini.  Kalo kita teliti sejarah perjuangan pak Karto justru ingin mempertahankan keutuhan negara ini.  Ketika Indonesia dalam kondisi kevakuman pemerintahan maka beliau memproklamirkan Negara Islam Indonesia.  Ini dilakukan supaya negeri ini tetap utuh.  Sementara gerakan separatisme,  upaya memisahkan diri dari negara kesatuan republik Indonesia adalah kelompok-kelompok dan daerah-daerah yang penduduk islamnya minoritas, sebut saja Timor Timur dan Papua yang terus bergejolak. Ini sebagai bukti bahwa Islam sangat tidak mentolerir dengan segala bentuk perpecahan.  Islam tetap menjaga persatuan di tengah-tengah keragaman suku,  budaya bahkan keyakinan.

Sejak awal mula, Islam sadar akan makna pluralitas dan kerukunan umat beragama, Islam hadir dengan mengakui hak hidup dan beragama bagi umat beragama lain, di saat kaum Kristen Eropa menyerukan membunuh kaum “heresy” karena berbeda agama. Karen Armstrong memuji tindakan Umar Bin Khatab ra. Dalam memberikan perlindungan dan kebebasan beragama kepada kaum Kristen di Jerussalem tanpa pengrusakan dan pembantaian manusia, bahkan menandatangani perjanjian “Iliya” dengan pemimpin Kristen Jerussalem. Secara tegas Armstrong memuji sikap Umar ra., dan ketinggian sikap Islam dalam menaklukan Jerussalem, yang belum pernah dilakukan para penguasa sebelumnya. Ia mencatat:

“Umar juga mengekspresikan sikap ideal kasih sayang dari penganut agama monoteisik, dibandingkan dengan semua penakluk Jerussalem lainnya, dengan kemungkinan perkecualian pada raja Daud. Ia memimpin satu penaklukan yang sangat damai dan tanpa tetesan darah, yang kota itu belum pernah menyaksikannya sepanjang sejarahnya yang Panjang dan sering tragis. Saat ketika kaum Kristen menyerah, tidak ada pembunuhan disana, tidak ada penghancuran property, tidak ada pembakaran simbol-simbol agama lain, tidak ada pengusiran atau pengambilalihan, dan tidak ada usaha untuk memaksa penduduk Jerussalem memeluk Islam. Jika sikap respek terhadapat penduduk yang ditaklukan dari Kota Jerussalem itu dijadikan sebagai tanda integritas kekuatan monoteistik, maka Islam telah memulainya untuk masa yang Panjang di Jerussalem, dengan sangat baik tentunya”

Bahkan gerakan dengan slogan Khilafah juga sejatinya bukan gerakan separatis tapi adalah sebuah gerakan mempertahankan keutuhan republik ini.  Cuma memang dengan nilai dan ideologi yang berbeda,  tetapi semangatnya sama yaitu menjaga keutuhan NKRI.  Sudah saatnya pemerintah berhenti mencurigai Islam dan umat Islam apapun organisasinya.  Tentunya kita sepakat harus memberantas kelompok ekstrim dan radikal apapun agamanya.  Hari ini saatnya semua mata untuk memperhatikan dengan seksama terhadap kelompok-kelompok separatisme.  Negara tidak boleh mentolerir sedikitpun gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI.  Gerakan seperti ini sudah semestinya disikapi dengan tegas apapun bentuknya termasuk simbol – simbolnya.  Negara tidak boleh kalah dengan separatisme.


Oleh: HAF Al Batawiy
Diberdayakan oleh Blogger.