KENAPA HARUS ADA FATWA HARAM GOLPUT?






أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُو

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Qs Al baqarah: 85)


[THORIQUNA.ID],- Sekedar mengingatkan kepada seluruh tokoh agama,  khususnya tokoh - tokoh umat Islam,  bahwa pilpres yang sebentar lagi berlangsung di negeri ini bukan persoalan agama.  Hampir semua para politikus yang juga beragama Islam mengatakan jangan bawa - bawa agama dalam politik.

Inilah ideologi sekularisme yang memang beraqidah memisahkan dunia dengan akhirat. Dan pendapat ini diaminkan oleh mayoritas penduduk di negeri ini.  Sehingga banyak bertebaran pendapat yang mengatakan jangan bawa - bawa agama dalam politik. Jangan ada politik identitas yang ada adalah warna politik yang sama yaitu warna nasionalisme.  Orang bertarung dalam alam demokrasi dengan kekuatan yang berbeda tapi dengan misi yang sama yaitu mensukseskan jalan suci demokrasi,  itu yang diyakini kaum sekularisme.

Pendapat saya,  sangat tidak tepat kalau kemudian ada fatwa atau apapun namanya yang membawa - bawa agama,  soal hukum memilih atau tidak memilih (golput).  Tidak boleh ada hukum halal dan haram soal pilpres. Kembalikan semua kepada hukum demokrasi itu,  yaitu orang bebas untuk memilih atau tidak memilih.  Belajarlah jujur dengan pendirian.

Janganlah kita mencampakkan agama dalam suatu kepentingan dan kita ambil dalam kepentingan yang lain. Wahai umat Rasulullah saw jangan meniru ahlul kitab,  yang selalu mengambil  sebagian isi kitab yang menguntungkan dirinya dan mencampakkan sebagian isi kitab yang menurut hawa nafsunya merugikan dirinya.


Pembina LPPDI THORIQUNA
UHAF

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.